Sheraton Bandung Hotel & Towers

4.2 (141 Ulasan)

Jalan Ir. H. Juanda No. 390, Bandung, Jawa Barat, 40135, Indonesia   •  Cuaca:    •   Waktu Setempat:     •  Telepon: (62)(22) 2500303  

4.2

Gedung Merdeka - Gambar milik pemerintah Dinas Pariwisata Kota Bandung

BANDUNG DAN SEJARAHNYA

Bandung pertama kali mencapai masa kejayaannya di abad ke 18 ketika colonial Belanda membuat kebun teh di lembah-lembah yang mengelilingi kota ini. Kemudian Bandung berkembang menjadi kota peristirahatan bagi para pemilik kebun teh ini dengan café-café cantik, butik, villa bergaya art deco dan hotel-hotel. Tak berapa lama kemudian, karena gaya Eropanya yang kental, Bandung lalu dikenal sebagai “Paris Van Java”. Selain itu, Bandung juga disebut “Kota Kembang” karena begitu banyaknya lahan-lahan hijau dan taman dengan banyak bunga berwarna warni. Seperti banyak tempat di Jawa, Bandung kaya dengan banyak cerita legenda, salah satunya yang berhubungan dengan kawah Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu diterjemahkan dari “perahu yang terbalik”, sebuah objek wisata yang paling terkenal di Bandung. Legenda Tangkuban Perahu menceritakan perihal Dayang Sumbi, gadis cantik dari Jawa Barat. Setelah pertengkaran yang tajam, dia tidak mengakui Sangkuriang yang adalah putranya sendiri, dan setelah berdoa pada dewa dewa, dia diberikan hadiah berupa awet muda. Setelah beberapa tahun kemudian, Sangkuriang kembali ke rumah dan tidak mengenali ibunya, lalu dia jatuh cinta pada ibunya sendiri dan keduanya kemudian berencana untuk menikah. Persis sebelum upacara pernikahan, Dayang Sumbi mengenali Sangkuriang dari tanda lahirnya dan dia terkejut dan ketakutan karena hampir menikahi putranya sendiri. Untuk membatalkan pernikahan, dia mengatur untuk memberikan Sangkuriang tugas yang tak masuk akal, yaitu membenfung sungai Citarum dan membuat perahu yang besar untuk menyebrangi sungai itu., keduanya harus selesai sebelum matahari terbit. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa putranya hamper menyelesaikan tugas yang dia berikan, Sayang Sumbi menggunakan kemampuan magisnya untuk mempercepat matahari terbit supaya Sangkuriang sadar bahwa tuugasnya gagal. Karena marah, Sangkuriang kemudian menendang perahu yang belum selesai itu dan akhirnya perahu itu kemudian menjadi Gunung Tangkuban Perahu.