Sheraton Bandung Hotel & Towers

4.2 (141 Ulasan)

Jalan Ir. H. Juanda No. 390, Bandung, Jawa Barat, 40135, Indonesia   •  Cuaca:    •   Waktu Setempat:     •  Telepon: (62)(22) 2500303  

4.2

Mammoth - gambar courtesy https://iwing.files.wordpress.com

Museum Geologi

Banyak hal yang bisa dilihat ketika Anda mengunjungi museum yang terletak tak jauh dari Gedung Sate ini. Setidaknya ada 3 jenis kategori pameran yang bisa Anda lihat : sejarah kehidupan, Geologi Indonesia, dan Geologi untuk Kehidupan Manusia.

Museum Geologi ini ramai dikunjungi oleh anak-anak, terutama di musim liburan. Dengan harga tiket yang terjangkau (tidak sampai Rp. 15,000) museum ini menjadi pilihan sekolah ataupun keluarga yg ingin menyaksikan wujud dari Dinosaurus itu meskipun dalam bentuk kerangka. Pengunjung juga akan melihat bebatuan vulkanik yang langka dan unik lengkap dengan asalnya dan sejarahnya. Setiap musim liburan sekolah bus-bus besar yang mengangkut anak-anak dari sekolah dari berbagain penjuru Indonesia akan terlihat hilir mudik diMuseum Geologi, menambah semarak gedung Belanda yang usianya lebih dari 50 tahun ini. 

Kilas balik asal muasal Museum Geologi ini dibangun antara tahun 1928-1929. Menalda van Schouwenburg menerapkan gaya art deco secara besar-besaran. Pada awalnya gedung ini dibuat untuk laboratorium geologi. Keberadaan gedung ini adalah sebagai peringatan perihal kemajuan ilmu pengetahuan alam dan teknologi di geologi Indonesia. Pemerintah Belanda sadar akan adanya banyak sumber alam di Indonesia, karenanya di tahun 1850 mereka menunjuk Dienst van het Mijnwezen untuk mengeksplor geologi dan sumber mineral di Indonesia. Hasil dari penelitiannya ini berupa contoh batu, mineral, fossil dan laporan, juga peta dalam jumlah yang sangat banyak. Sedikit dari hasil penelitiannya akhirnya memicu pendirian Laboratorium Geologi di tahun 1928. Peresmian gedung ini bertepatan dengan Congress Sains Pasifik ke 4 yang diadakan pada tanggal 18-24 Mei 1929 di Bandung.

Seperti gedung lain yang terpengaruh gaya arsitektur Indo-Eropa, Museum Geologi juga didesain dengan mempertimbangkan iklim tropis. Dalam hal ini, bagian  depan museum dibuat simetris antara garis horizontal dan vertical, dibentuk ruang serbaguna yang luas, plafon yang tinggi dan dinding yang tebal. Penggunaan lantai marmer membuat ruangan menjadi lebih sejuk sementara ventilasi juga memungkinkan udara mengalir dengan bebas melalui jendela bergaya Art Deco.